Tuesday, 23 April 2013

Jenis-Jenis hujan berdasarkan proses terjadinya


Hujan Frontal 
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda suhunya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa udara dingin/padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan.
Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi. 
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan 
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.


Hujan merupakan satu bentuk kandungan kelembaban udara yang berwujud cairan. Kandungan kelembaban udara atau yang biasa disebut PRESIPITASI juga bisa berwujud padat (seperti: hujan es & salju) atau aerosol (seperti: embun dan kabut). Hujan terbentuk karena titik air yang terpisah jatuh e bumi dari awan. Sebenarnya tidak semua air hujan tersebut sampai ke permukaan bumi, karena sebagian menguap saat jatuh melalui udara kering sebelum sampai ke permukaan bumi. Jenis hujan yang seperti itu disebut dengan VIRGA. 

Dalam siklus hidrologi, hujan memegang peranan yang sangat penting. Siklus hidrologi dimulai dari lembaban dari laut yang menguap kemudian berubah menjadi awan mendung, kemudian turun ke bumi dalam bentuk air hujan dan akhirnya kembali ke  laut melalui sungai dan anak sungai. Begitu seterusnya siklus hidrologi tersebut selalu berulang. Disadari atau tidak, bentuk air hujan adalah kecil hampir bulat. Jadi pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa bentuk air hujan yang lonjong-lebar di bawah dan menciut diatas adalah kurang tepat. 

Darimana sumber bau khas setiap kali terjadi hujan? Banyak orang yang menyukai "bau hujan" yang dianggap segar dan menyenangkan. Bau tersebut sebenarnya adalah PETRICHOR, berupa minyak atsiri yang diproduksi oleh tumbuhan dan kemudian diserap oleh bebatuan dan tanah, kemudian dilepas ke udara saat terjadi hujan. Dalam keadaan noral, air hujan memiliki kada pH (kadar asam) 6. Sehingga bila terjadi hujan dengan kadar asam dibawah 5,6 maka dianggap sebagai hujan asam.

JENIS - JENIS HUJAN
Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

# HUJAN OROGRAFIS
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa naik ke daerah pegunungan. Karena mengalami proses kondensasi yang menimbulkan hujan di lereng pegunungan

# HUJAN KONVEKSI
Terjadi karena pemanasan radiasi matahari sehingga udara di permukaan akan memuai dan naik secara vertikal membawa uap air

# HUJAN FRONTAL
Terjadi karena pertemuan antara massa udara panas dengan massa udara dingin. Karena mengalami proses penyesuaian, massa udara panas bergerak ke atas sehingga menimbulkan kondensasi yang dapat menimbulkan hujan



Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar. Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan. Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan. Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal. Hujan muson, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April.

No comments:

Post a Comment